September 7, 2026
DSC Assist
by DSC Assist

Beberapa hari terakhir, kabar soal erupsi Anak Krakatau kembali ramai diperbincangkan. Abu vulkanik yang terbawa angin bisa saja sampai ke area rumah, kantor, atau tempat usaha.

Nah, kalau tiba-tiba ada lapisan abu di teras, jendela, lantai bahkan masuk ke dalam rumah, jangan langsung ambil sapu dan bersihin seperti debu biasa.

Kenapa?

Karena abu vulkanik punya partikel yang sangat halus. Kalau langsung disapu dalam kondisi kering, abu malah berterbangan lagi danmenyebar ke area lain.

Jadi, car amembersihkan rumah dari abu vulkanik juga perlu dieperhatikan.

Tennag, nggak perlu bingung. Di artikel ini kita bahas langkah-langkahnya, termasuk bagian rumah yang sering banget kelupaan setelah terkena abu.

Kenapa Abu Vulkanik Nggak Bisa Dibersihkan Sembarangan?

Kelihatannya memang seperti debu biasa.

Tapi abu vulkanik punya partikel yang halus dan bersifat abrasif. Artinya, selain mudah beterbangan, partikel ini juga bisa menempel diberbagai permukaan dan berpotensi menggores permukaan tertentu kalau dibersihkan dengan cara yang kurang tepat.

Makanya, jangan kangsung menyapu abu kering ke sana-sini.

Bukannya selesai, bisa-bisa malah:

lantai bersih → sofa kena abu → meja kena abu → akhirnya bersihin dari awal lagi

Untuk area indoor, lebih baik gunakan metode yang membantu menangkap abu tanpa membuatnya kembali beterbangan.

Bagian Rumah Mana yang Perlu Dicek?

Nah, ini yang sering dilupakan.

Ketika rumah terkena abu, biasanya perhatian kita langsung tertuju ke lantai.

Padahal abu bisa menempel di banyak tempat, seperti:

  • Sofa
  • Kasur
  • Karpet
  • Gordyn
  • Kursi berbahan kain
  • Meja dan funiture
  • Ventilasi
  • Filter AC

Terutama sofa, kasur dan karpet.

Material berbahan kain bisa menangkap partikel abu di sela-sela seratnya. Jadi meskipun dari luar kelihatannya sudah bersih, bukan berarti semuanya sudah benar-benar terangkat.

Terus, Cara Membersihkan Rumah dari Abu Vulkanik Gimana?

1. Lindungi diri terlebih dahulu

Sebelum sibuk bersihin rumah, jangan lupa lindungi diri.

Gunakan masker yang sesuai dan, kalau diperlukan, pelindung mata. Kalau kondisi di luar masih penuh abu, sebaiknya kurangi aktivitas di luar dan ikuti arahan dari pihak berwenang.

Rumah boleh dibersihin, tapi kesehatan tetap nomor satu.

2. Janganbikin abu makin beterbangan.

Ini penting banget.

Hindari menyapu abu dalam kondisi kering, terutama di dalam rumah.

Untuk permukaan tertentu, gunakan kain lembap atau metode cleaning yang bisa membantu mengangkat partikel tanpa membuatnya kembali menyebar ke udara.

Dan satu lagi:

jangan langsung nyalain kipas dengan harapan abu cepat hilang.

Bisa-bisa abunya malah pindah kamar.

3. Bersihkan dari atas ke bawah

Kalau ada abu di rak, meja, furniture, dan lantai, jangan mulai dari lantai dulu.

Lebih baik:

Rak → meja → furniture → area bawah → lantai

Kenapa?

Karena saat membersihkan bagian atas, sebagian kotoran bisa jatuh ke bawah. Jadi kalau lantainya dibersihkan paling akhir, kamu nggak perlu kerja dua kali.

4. Jangan lupa sofa, kasur, dan karpet

Nah, ini bagian yang biasanya bikin cleaning jadi lebih tricky.

Kalau abu sudah masuk ke sofa, kasur, atau karpet, jangan langsung digosok keras-keras.

Partikel abu yang abrasif bisa bergesekan dengan serat material.

Untuk material seperti ini, metode cleaning perlu disesuaikan dengan jenis bahannya.

Kalau sudah cukup banyak atau masuk ke bagian dalam material, vacuum dan proses deep cleaning dengan equipment yang tepat bisa membantu mengangkat kotoran secara lebih menyeluruh.

kalau Abu Sudah Masuk ke Sofa atau Kasur, Gimana?

Kalau cuma sedikit dan masih di permukaan, kamu bisa melakukan cleaning ringan terlebih dahulu.

Tapi kalau sudah banyak?

Nah, ini waktunya jangan sok kuat. 😭

Karena sofa, kasur, dan karpet punya material yang berbeda-beda dan nggak bisa diperlakukan sama seperti lantai.

Di kondisi seperti ini, HydroVacuum bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu membersihkan material yang membutuhkan proses wet cleaning dan extraction.

Jadi bukan sekadar:

“Yang penting kelihatan bersih.”

Tapi bagaimana supaya kotoran yang menempel pada material bisa ditangani dengan metode yang sesuai.

Filter AC Juga Jangan Sampai Kelewat

Satu lagi yang sering lupa dicek: filter AC.

Kalau rumah sedang banyak terpapar abu, filter AC bisa ikut menangkap partikel dari udara.

Jadi setelah kondisi memungkinkan, cek dan bersihkan atau ganti filter sesuai petunjuk dari produsen AC.

Karena percuma rumah sudah dibersihkan kalau sumber partikelnya masih ada di sistem sirkulasi udara.

Rumah Sudah Terlanjur Kena Abu? Nggak Perlu Panik

Yang penting, jangan asal bersihin.

Kurangi sumber abu yang masuk, hindari membuat abu kembali beterbangan, bersihkan permukaan secara bertahap, dan jangan lupa area yang sering terlewat seperti sofa, kasur, karpet, gorden, ventilasi, dan filter AC.

Kalau abu sudah cukup banyak dan masuk ke berbagai material di rumah, proses cleaning bisa jadi cukup melelahkan kalau dikerjakan sendiri.

Nah, bagian ini bisa kamu serahkan ke DaddySuperClean. 😉

DaddySuperClean menyediakan berbagai layanan cleaning untuk membantu menjaga rumah dan tempat usaha tetap bersih dan nyaman, mulai dari HydroVacuum, Cuci Sofa, Cuci Kasur, Cuci Karpet, Regular Cleaning, hingga Deep General Cleaning.

Jadi kalau rumah kamu sudah mulai penuh abu dan bingung harus mulai dari mana…

Serahkan bagian ribetnya ke kami.

🧹 Butuh bantuan cleaning?

Konsultasikan kebutuhan cleaning kamu bersama DaddySuperClean.

WhatsApp: (6287763863885)
Instagram: @daddysuperclean

Website: www.daddysuperclean.com

Posted in Building, Floor Polish, General Cleaning, Tips and Trick
Previous
All posts
Next
Write a comment

We Build Building and Great Homes.

We successfully cope with tasks of varying complexity, provide long-term guarantees and regularly master new technologies.

Get in touch

(+380) 50 318 47 07

65 Allerton Street 901 N Pitt Str, Suite 170, VA 22314, USA

Facebook Twitter Linkedin